Kamis, 16 April 2009

Fermentasi Hijauan Pakan

Hijauan merupakan bahan makanan ternak dalam bentuk daun-daunan yang kadangkadang masih bercampur dengan ranting serta bunga. Umumnya hijauan berasal dari tanaman rumput-rumputan dan kacang-kacangan dan merupakan makanan pokok ternak ruminansia. Kekurangan hijauan makanan ternak setiap tahun, terutama pada musim kemaraumerupakan masalah yang harus dipecahkan.

Peningkatan produksi hijauan makanan ternak dibatasi oleh kecenderungan makin sempitnya lahan akibat jumlah penduduk yang selalu bertambah dan perluasan lahan pertanian untuk tanaman pangan.Untuk itu pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternak tidak dapat diabaikan. Dari bermacam-macam limbah pertanian yang mempunyai potensi besar dan memegang peranan penting untuk dijadikan sebagai pakan ternak adalah jerami padi.

Jerami padi adalah salah satu limbah pertanian yang terdapat dalam jumlah yang melimpah dan mudah diperoleh untuk dimanfaatkan sebagai makanan ternak. Hanya saja jerami padi mutunya rendah, dimana jerami padi mengandung serat kasar dan silikat dalam kadar yang tinggi sedangkan kadar protein dan daya cernanya rendah. Untuk meningkatkan mutu jerami padi, perlu dilakukan proses fermentasi dengan menggunakan urea dan probiotik. Probiotik adalah campuran berbagai mikro organism yang berguna untuk mempercepat proses pemecahan serat jerami padi, sehingga mudah dicerna oleh ternak.

Cara Pembuatan Fermentasi Jerami
Pembuatan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Proses fermentasi dilakukan dengan 2 tahap yaitu tahap fermentasi dan tahap pengeringan dan penyimpanan.

Tahap pertama :
a.Jerami padi yang baru dipanen dengan kadar air 65% dipotong-potong sepanjang 10-15 cm.
b.Kemudian ditumpuk ditempat yang telah disediakan dengan ketinggian 20 cm.
c.Taburi urea dan probiotik secara merata dengan takaran masing-masing 5 kg untuk setiap 1 ton jerami padi.
d.Tambahkan lagi timbunan jerami padi setebal 20 cm lalu taburi lagi urea dan probiotik secara merata, demikian seterusnya sampai tumpukan jerami padi mencapai 1-2 m.
e.Diamkan selama 21 hari, agar proses fermentasi berlangsung secara sempurna.

Tahap kedua :
a.Tumpukan jerami padi yang telah mengalami proses fermentasi, dikeringkan disinar matahari dan diangin-anginkan sehingga cukup kering sebelum disimpan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung.
b.Setelah kering jerami fermentasi dapat diberikan pada sapi sebagai pakan pengganti rumput segar. 

Pemberian Pada Ternak
Jerami padi yang difermentasikan dijadikan sebagai pakan berserat utama untuk ternak sapi, diberikan sebanyak 6-8 Kg/ekor/hari. Sedangkan pakan kosentrat diberikan sebanyak 1% dari berat badan. Formula ransum pakan konsentrat dapat disesuaikan dengan bahan yang ada ditempat, salah satu contoh formula ransum pakan konsentrat adalah 2 bagian dedak 1 bagian jagung dan 1 bagian bungkil kelapa di tambah dengan vitamin mineral.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar